SUMBAR| Libur panjang Natal dan Tahun Baru telah usai. Jalan-jalan yang sebelumnya padat oleh kendaraan pemudik dan wisatawan kini kembali lengang. Namun di balik kelancaran itu, ada kerja sunyi para personel Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Barat yang berjaga siang dan malam demi satu tujuan sederhana: masyarakat bisa sampai ke tujuan dengan selamat.
Operasi Lilin Singgalang 2025 resmi berakhir pada 2 Januari 2026. Bagi Dirlantas Polda Sumbar, operasi ini bukan sekadar agenda pengamanan tahunan, melainkan bentuk kehadiran polisi yang benar-benar dirasakan masyarakat, terutama di saat kebutuhan akan rasa aman begitu tinggi.
Sejak dimulai pada 20 Desember 2025, lonjakan aktivitas masyarakat terjadi hampir di seluruh wilayah Sumatera Barat. Jalur wisata dipadati keluarga, pusat perbelanjaan ramai pengunjung, dan arus kendaraan meningkat tajam. Di tengah situasi itu, Dirlantas Polda Sumbar mengambil peran sebagai pengatur ritme, agar perjalanan tetap berjalan aman dan nyaman.
Pendekatan yang dilakukan tidak semata soal mengurai kemacetan, tetapi juga membangun rasa tenang. Personel lalu lintas hadir dengan sikap ramah, membantu pengendara yang kelelahan, menolong kendaraan yang mengalami gangguan, hingga memberikan arahan kepada wisatawan yang baru pertama kali datang ke Ranah Minang.
Di bawah kepemimpinan Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol Reza Chairul Akbar Sidiq, pelayanan humanis menjadi penekanan utama. Ia menegaskan bahwa polisi lalu lintas harus menjadi sahabat di jalan raya, bukan sosok yang ditakuti, terlebih di momen libur keluarga.
Komitmen itu terlihat dari kehadiran Dirlantas yang turun langsung ke lapangan. Ia menyambangi pos pengamanan, menyapa personel yang bertugas, sekaligus berinteraksi dengan masyarakat. Kehadiran pimpinan di tengah aktivitas lapangan memberi pesan kuat bahwa setiap pelayanan dilakukan dengan hati.
Bagi para personel, kehadiran pimpinan menjadi penyemangat. Arahan yang diberikan sederhana namun bermakna: layani masyarakat dengan senyum, utamakan keselamatan, dan jadilah solusi atas setiap persoalan di jalan.
Selama Operasi Lilin berlangsung, banyak momen kecil yang bermakna besar. Personel membantu anak-anak menyeberang jalan, mengarahkan kendaraan agar tidak terjebak macet, hingga memastikan pengendara roda dua tetap aman di tengah hujan dan cuaca yang tidak menentu.
Masyarakat pun merasakan perubahan. Polisi tidak hanya hadir saat terjadi pelanggaran, tetapi justru hadir lebih dulu untuk mencegah risiko dan memberi rasa aman. Inilah wajah polisi yang diharapkan masyarakat: dekat, peduli, dan siap membantu.
Hingga hari terakhir Operasi Lilin Singgalang 2025, situasi lalu lintas di Sumatera Barat terpantau aman dan terkendali. Arus kendaraan dapat diurai dengan baik, dan perjalanan masyarakat berlangsung relatif lancar.
Keberhasilan ini tidak hanya diukur dari data dan angka, tetapi dari cerita-cerita warga yang bisa berkumpul kembali dengan keluarga tanpa insiden berarti di perjalanan.
Operasi Lilin Singgalang 2025 juga menjadi momentum memperkuat kepercayaan publik terhadap Polri, khususnya Dirlantas Polda Sumbar, sebagai pelindung dan pelayan masyarakat di jalan raya.
Meski operasi resmi ditutup, semangat pengabdian tidak berhenti. Dirlantas Polda Sumbar menegaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat akan terus berjalan, setiap hari, di setiap ruas jalan.
Karena bagi Dirlantas Polda Sumbar, keselamatan bukan hanya tugas, melainkan kepedulian. Operasi boleh selesai, namun kehadiran polisi untuk masyarakat akan selalu menyertai setiap perjalanan di Sumatera Barat.
TIM RMO

0 Komentar